Malpraktik Meluas, Masyarakat Tak Lagi Percaya dokter
Banyaknya kasus-kasus yang diduga “malpraktik” menyebabkan masyarakat dewasa ini tidak lagi percaya terhadap lembaga kedokteran, kata Ketua Terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PBIDI), Dr.dr.Fachmi Idris, M.Kes.
“Ironisnya, saat ini MKEK (Majelis Kode Etik Kedokteran) sebagai lembaga pengaduan disinyalir tidak dapat lagi memuaskan rasa keadilan masyarakat,” katanya. Masyarakat menilai banyaknya kasus-kasus yang diduga malpraktik, sebagian besar tidak terbukti apabila disidangkan oleh MKEK.
“Muncul kecurigaan di tengah-tengah masyarakat bahwa dokter lebih melindungi korpsnya,” ujar dia. Sebaliknya MKEK sendiri, walaupun sudah berupaya obyektif untuk menilai prosedur tindakan seorang dokter apakah sesuai dengan kadah-kaidah teknis ilmu kedokteran pada akhirnya terbentur pada ketiadaan punya payung hukum yang jelas.
Dokter yang terbukti melakukan upaya tindakan kedokteran yang salah tidak dapat diberi sanksi oleh MKEK secara optimal. MKEK tidak memiliki kekuatan untuk mencabut kewenangan dokter bersalah. Untuk memberikan sanksi yang minimal-pun, misalnya MKEK memutuskan agar dokter tersebut sekolah ulang belum tentu keputusan tersebut dipatuhi.
“Malahan mungkin saja apabila dokter tersebut merasa dirugikan nama baiknya oleh keputusan MKEK maka ia akan menuntut balik ke MKEK,” kata dia. Sementara itu Rektor Unika Soegijapranata, Prof.Dr.Mikael sastrapratedja, SJ menambahkan, hubungan dokter dengan pasien itu hubungan yang didasari dengan kepercayaan.
“Yang diandalkan pasien dari dokter adalah untuk mempedulikan kesehatannya bukan malah yang merugikan,” katanya. Dalam melaksanakan profesinya, dokter dibatasi rambu yang tidak boleh dilanggar, terikat sumpah dokter dan kode etik kedokteran Indonesia serta peraturan yang berhubungan dengan pelaksanaan profesi, mulai dari perundangan dan peraturan administrasi sampai dengan berbagai standar.
Sumber : http://www.kapanlagi.com/h/0000053712.html
Related Posts
Kalau ketua terpilih IDI aja udah ngomong gitu, ngga bisa ngapa-ngapain lagi, trus gimana nasib dunia kedokteran di indonesia ya? gimana nasib pasien di indonesia? ohhh …… tuhan …..